posting vb 2

praktikum 1

praktikum 2

praktikum 3

praktikum 4

praktikum 5

Advertisements

Pendiri, DPP, dan DPD PD Akan Buat Sikap Politik untuk SBY

Selasa, 12/06/2012 11:33 WIB

Jakarta Citra PD kian runtuh dihembus kasus Hambalang dan Wisma Atlet. Karenanya, pendiri PD akan menggelar pertemuan dengan DPP dan DPD tingkat I PD se-Indonesia. Mereka akan membuat sikap politik.

“Pertemuan besok malam pukul 19.00 WIB di Hotel Sahid. Agendanya hanya silaturahim para pendiri dan deklarator PD. Kita ingin menyemangati DPP yang dihajar badai bahwa kita masih ada tetap mendukung demi kejayaan PD yang akan datang,” kata pendiri PD, Sutan Bhatoegana Siregar, kepada detikcom, Selasa (12/6/2012).

Sutan menuturkan, pendiri PD akan membahas sikap politik bersama DPP dan DPD tingkat I PD. Sikap politik akan diserahkan ke SBY.

“Akan membuat pernyataan politik nanti, akan diserahkan ke Pak SBY, untuk menyemangati Pak SBY dan DPP agar konsisten dalam berpolitik bersih sopan santun,” ungkapnya.

Sikap politik apakah menyangkut runtuhnya citra PD karena kasus Hambalang dan Wisma Atlet? “Ya salah satu itu yang kita prihatinkan makanya kita mau share para pendiri ini apa yang harus kita lakukan,” kata Sutan.

Isu gencar di internal PD pertemuan ini akan membahas detail penyebab runtuhnya poling PD. Poling PD memang runtuh hingga dibawah 10 persen berdasar hasil survei terakhir. Spekulasi pun beredar, sejumlah elit PD menyebut para pendiri akan menyampaikan masukan ke SBY agar kader yang bermasalah nonaktif dari jabatan di partai, termasuk Ketua Umum PD Anas Urbaningrum.

Gugat Listrik Mati, David Tobing Sodorkan Putusan Kecelakaan Kereta Api

Selasa, 12/06/2012 11:20 WIB

Pedagang Pasar Baru berjualan ditengah gelap gulita (ari saputra/detikcom)

Jakarta Kalah di tingkat banding tidak menyurutkan David Tobing menggugat PLN soal listrik mati. Guna melengkapi berkas kasasi, dia akan menyodorkan yurisprudensi ke Mahkamah Agung (MA) kasus ganti rugi kecelakaan kereta api pada 2002 lalu.

“Saya sudah menyatakan kasasi dan berkas pernyataan kasasi sudah saya kirim,” kata David Tobing saat berbincang dengan detikcom, Selasa (12/6/2012).

Untuk meyakinkan para Yang Mulia, dia melampirkan yurisprudensi kasus kecelakaan kereta api di Brebes. Kecelakaan kereta api pada 25 Desember 2001 di emplasemen Stasiun Ketanggungan Barat, Brebes, antara KA Empu Jaya dan KA Gaya Baru Malam.

Akibat kecelakaan tersebut, 31 orang meninggal dunia, 5 orang masuk ICU, 44 orang menjalani rawat inap, 20 orang rawat jalan dan ratusan konsumen mengalami keterlambatan perjalanan sampai 10 jam. Dalam kasus tersebut 5 orang menggugat PT Kereta Api dan MA mengabulkannya. “Saya yakin dengan yurisprudensi ini menjadikan hakim agung semakin yakin akan apa yang saya mohonkan,” ujar David.

Kasus yang menimpa David bermula saat PLN melakukan pemadaman listrik di Jakarta pada 7 Oktober-24 November 2009 silam akibat meledaknya travo gardu Muara Karang dan Cawang. Lantas David beserta rekannya, Agus Soetopo, menggugat PLN ke Pengadilan Negeri Jakarta Pusat (PN Jakpus).

Namun majelis hakim PN Jakpus menolak gugatan tersebut. Majelis hakim berdalih pemadaman listrik itu tidak bisa dianggap karena kelalaian manajemen. Tetapi memang tidak dikehendaki oleh manajemen (overmacht) sehingga PLN tidak bisa dimintai pertanggungjawaban. David pun banding. Tetapi majelis PT Jakarta berpendapat serupa.

“Dalam pasal 29 ayat (1) huruf b UU Ketenagalistrikan menyatakan ‘konsumen berhak untuk mendapatkan tenaga listrik secara terus menerus dengan mutu dan keandalan yang baik’. Sehingga tidak ada alasan apapun bagi PLN untuk tidak melayani masyarakat,” papar David.

Diperiksa BK DPR, Karolin Bantah Jadi Pemeran Video Porno

Ferdinan – detikNews

Selasa, 12/06/2012 10:53 WIB

Browser anda tidak mendukung iFrame

Jakarta Badan Kehormatan (BK) DPR ternyata sudah meminta klarifikasi terhadap Karolin Margret Natasa. Anggota Komisi IX DPR dari Fraksi PDI Perjuangan itu dimintai keterangan soal video porno.

“Tadi sudah diklarifikasi dengan Karolin jam 9. Kita tanya apakah sudah melihat video, beliau katakan sudah,” kata Ketua BK DPR M Prakosa di Gedung DPR, Jakarta, Selasa (12/6/2012).

Karolin juga membantah dirinya adalah pemeran wanita di video porno yang beredar bulan April 2012. “Ibu Karolin mengatakan bukan saya. Dia membantah yang di video itu yang bersangkutan,” sambungnya.

Prakosa memastikan BK akan tetap menindaklanjuti kasus video porno meski Karolin membantah. Rencananya BK akan meminta bantuan dari Mabes Polri untuk melakukan analisa digital forensik.

Rp 6 Triliun Menguap di Langit Biru

Senin,12/06/2012 09:06 WIB

Jakarta Puluhan orang masih bergerombol di depan kantor Koperasi Langit Biru (KLB) di Perum Bukit Cikasungka, blok ADF 13, nomor 2,3,4,5, Desa Cikasungka, Solear, Tangerang. Wajah mereka terlihat masam.

Mereka membuat kelompok-kelompok kecil, saling berbincang tentang nasib yang mereka alami. Sesekali mereka melihat bangunan koperasi yang sudah rusak diamuk massa.

Mereka adalah para nasabah KLB yang datang dari sejumlah daerah. Mereka sengaja datang ke desa yang berjarak 43 kilometer dari kota Tangerang itu untuk mencari kepastian soal nasib uang investasi mereka di KLB. Aktivitas mereka terus mendapat pengawasan dari sejumlah polisi yang berjaga di lokasi.

Sejak sepekan lalu memang banyak nasabah yang marah karena KLB sudah dua bulan tidak memberi bonus investasi seperti biasanya. Apalagi pemilik koperasi, Jaya Komara menghilang. Mereka tak hanya meresahkan bonus tapi juga uang investasi yang tidak jelas juntrungannya.

***

Tulisan lengkap Geger Ustad Rp 6 Triliun bisa dibaca di edisi terbaru Majalah Detik (edisi 28, 11 Juni 2012). Edisi ini mengupas tuntas kasus Koperasi Langit Biru dengan tema ‘Geger Ustad Rp 6 Triliun’, juga ikuti artikel lainnya yang tidak kalah menarik seperti rubrik Nasional membahas ‘Posisi Wamen Jadi Bancakan’, Internasional ‘Demi Berlanjutnya Revolusi’, rubrik gaya hidup ‘Terhipnotis Dansa di Mal’, berita komik ‘Aksi Heroik Hansip’ rubrik seni dan hiburan dan review film ‘Snow White and the Huntsman, WKWKWK ‘Panjat Tower Agar Tak Cerai’, serta masih banyak artikel menarik lainnya.

Rp 6 Triliun Menguap di Langit Biru

Senin, 1206/2012 09:06 WIB

Jakarta Puluhan orang masih bergerombol di depan kantor Koperasi Langit Biru (KLB) di Perum Bukit Cikasungka, blok ADF 13, nomor 2,3,4,5, Desa Cikasungka, Solear, Tangerang. Wajah mereka terlihat masam.

Mereka membuat kelompok-kelompok kecil, saling berbincang tentang nasib yang mereka alami. Sesekali mereka melihat bangunan koperasi yang sudah rusak diamuk massa.

Mereka adalah para nasabah KLB yang datang dari sejumlah daerah. Mereka sengaja datang ke desa yang berjarak 43 kilometer dari kota Tangerang itu untuk mencari kepastian soal nasib uang investasi mereka di KLB. Aktivitas mereka terus mendapat pengawasan dari sejumlah polisi yang berjaga di lokasi.

Sejak sepekan lalu memang banyak nasabah yang marah karena KLB sudah dua bulan tidak memberi bonus investasi seperti biasanya. Apalagi pemilik koperasi, Jaya Komara menghilang. Mereka tak hanya meresahkan bonus tapi juga uang investasi yang tidak jelas juntrungannya.

***

Tulisan lengkap Geger Ustad Rp 6 Triliun bisa dibaca di edisi terbaru Majalah Detik (edisi 28, 11 Juni 2012). Edisi ini mengupas tuntas kasus Koperasi Langit Biru dengan tema ‘Geger Ustad Rp 6 Triliun’, juga ikuti artikel lainnya yang tidak kalah menarik seperti rubrik Nasional membahas ‘Posisi Wamen Jadi Bancakan’, Internasional ‘Demi Berlanjutnya Revolusi’, rubrik gaya hidup ‘Terhipnotis Dansa di Mal’, berita komik ‘Aksi Heroik Hansip’ rubrik seni dan hiburan dan review film ‘Snow White and the Huntsman, WKWKWK ‘Panjat Tower Agar Tak Cerai’, serta masih banyak artikel menarik lainnya.

Kritis, Denyut Jantung Mubarak Sempat Berhenti

Selasa, 12/06/2012 06:32 WIB

Mubarak terbaring saat akan sidang/ AFP

Kairo, Kondisi kesehatan Presiden Mesir Hosni Mubarak masih kritis di rumah sakit penjara Tora, pinggiran Kota Kairo. Seorang sumber keamanan mengatakan denyut jantung Mubarak sempat berhenti kemarin, Selasa (12/6/2012).

Sang pengacara, Farid el-Deeb mengatakan bahwa kondisi Mubarak memburuk dan denyut jantungnya tidak teratur. Sedangkan permintaan pengacara dan keluarga untuk memindahkan Mubarak ke rumah sakit di luar penjara belum mendapat jawaban dari pengadilan.

“Ini pembunuhan yang disengaja, ini adalah balas dendam. Saya tidak mengatakan akan membebaskannya. Yag saya sampaikan adalah membawanya ke sebuah rumah sakit, di mana ia bisa dirawat,” ujar Deeb, seperti yang dikutip Reuters, Selasa (12/6/2012).

Deeb menilai diabaikannya permintaan pemindaahan ini akibat ketakutan pengadilan terhadap reaksi publik.

Sementara itu, para penentang Mubarak mengatakan mantan presiden beserta para pengikutnya hanya melebih-lebihkan keadaan untuk mendapatkan simpati publik.